Sabtu, 13 Desember 2025
Bahan Kothbah Yunus 3:4-10 "Bertobat di Zaman Digital" By Pnt. Theresya Rara Winarni
Bahan Khotbah
Yunus 3:4–10
Judul: “Bertobat di Zaman Digital”
(Pengantar: Cyber Crime)
Pengantar: Dunia Digital yang Tanpa Batas
Sekarang ini hidup kita banyak pindah ke dunia digital. Chat, belanja, kerja, pelayanan, semuanya lewat layar. Nah, enaknya sih banyak… tapi ada juga sisi gelapnya.
Salah satunya yang lagi sering banget kita dengar: cyber crime — penipuan online, pencurian data, akun dibajak, phishing, investasi bodong, dan macam-macam.
Yang bikin ngeri, pelakunya bisa saja orang biasa, bahkan orang yang tampaknya “baik-baik” di luar. Dunia digital kadang membuat orang merasa “tidak terlihat”, sehingga dosa jadi terasa lebih mudah dilakukan.
Di dunia yang makin kompleks begini, kita diingatkan lagi bahwa Tuhan tetap melihat hati, baik ketika kita berbuat benar maupun ketika kita menyimpang.
Dan… ternyata cerita tentang itu sudah ada sejak zaman Yunus — cuma medianya beda, bukan internet, tapi hati manusia yang sama-sama mudah tergelincir.
Inti Firman: Respons Niniwe yang Mengejutkan
Yunus 3:4–10
Yunus datang membawa pesan singkat, “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan!” (ayat 4).
Sederhana banget pesannya. Tapi reaksi orang Niniwe luar biasa:
1. Mereka langsung percaya kepada Allah (ayat 5).
Nggak banyak protes, nggak membantah, nggak nyalahin Yunus.
2. Mereka bertobat dengan sungguh-sungguh, dari raja sampai rakyat biasa (ayat 6–8).
Semua mengakui kesalahan masing-masing dan berubah.
3. Allah melihat perubahan itu, dan memberi mereka kesempatan baru (ayat 10).
Pertobatan mereka membawa berkat, bukan hukuman.
Bayangkan… kota yang dikenal paling jahat di zaman itu saja bisa berubah.
Berarti siapa pun juga bisa—termasuk kita di zaman digital ini.
Pesan Khotbah
1. Dunia boleh berubah, dosa boleh berinovasi, tapi panggilan Tuhan tetap sama: “Bertobatlah.”
Dulu dosa dilakukan di pasar, lorong kota atau istana.
Sekarang bisa dilakukan lewat HP:
– tipu-tipu via WA
– menebar hoaks
– gosip digital
– mempermalukan orang di grup
– menyakiti lewat komentar
– memamerkan hal yang menjerumuskan.
Tapi esensi panggilannya tetap: kembalilah kepada Tuhan.
Karena yang dilihat Tuhan bukan teknologinya, tetapi hati manusia.
2. Pertobatan bukan cuma sedih atau menyesal, tapi berubah sungguh-sungguh.
Orang Niniwe bukan hanya berdoa. Mereka mengubah perilaku (ayat 8).
Tanda pertobatan itu nyata.
Dalam konteks sekarang, bentuknya bisa seperti:
• berhenti menyebarkan informasi tanpa cek
• tidak melakukan transaksi yang merugikan orang
• bertobat dari kebiasaan “toxic” di media sosial
• memakai ponsel untuk hal yang membangun
• menahan diri dari gosip dan omongan negatif
• belajar jujur dalam dunia kerja dan online
Pertobatan itu terlihat dalam tindakan kita sehari-hari—baik yang orang lihat maupun yang orang tidak lihat.
3. Tuhan itu penuh belas kasihan dan siap memulihkan.
Ayat 10 menunjukkan sifat Tuhan yang luar biasa:
Ia tidak jadi menjatuhkan malapetaka ketika melihat pertobatan mereka.
Artinya:
• Tidak ada dosa yang terlalu gelap.
• Tidak ada orang yang terlalu rusak.
• Tidak ada keluarga yang terlalu hancur.
• Tidak ada masa lalu yang terlalu berat.
Tuhan selalu siap memperbarui rumah tangga, hati, cara hidup, dan masa depan kita.
Aplikasi untuk Rumah Tangga
1. Gunakan teknologi dengan takut akan Tuhan.
HP, internet, dan sosial media bukan musuh—yang penting hatinya.
Apa yang kita klik, ketik, dan bagikan harus menjadi kesaksian iman.
2. Bangun budaya saling mengingatkan dalam keluarga.
Bukan saling menghakimi, tapi saling menuntun:
“Yuk pakai HP dengan bijak… yuk jaga perkataan… yuk jujur.”
3. Berani mengakui kesalahan.
Pertobatan dimulai dari kejujuran.
Kadang lebih sulit mengaku salah di rumah daripada di luar.
Tapi Tuhan bekerja melalui hati yang rendah.
4. Isi hidup keluarga dengan hal-hal yang membawa damai.
Orang Niniwe berbalik total.
Kita pun bisa membangun rumah yang penuh kasih, bukan konflik.
Penutup Khotbah
Kalau Niniwe—kota paling jahat pada zamannya—bisa berubah total hanya karena satu kalimat dari Tuhan…
maka keluarga kita pun bisa diubahkan Tuhan.
Mari berhenti sejenak, melihat hidup kita sendiri:
Sudahkah kita mengelola hidup digital, perkataan, keputusan, dan hubungan dengan takut akan Tuhan?
Tuhan rindu memulihkan, sama seperti Ia memulihkan Niniwe.
Bahan Kothbah untuk Gerakan Pemuda Markus 6:30-34 Tergeraklah Hati Yesus By Pnt. Theresya Rara Winarni
Saudara-saudara yang diberkati Tuhan Yesus
Setelah Tuhan Yesus memilih, memanggil 12 orang rasul, lalu Tuhan Yesus mengutus para rasul itu pergi untuk memberitakan /injil(3:14)
Lalu para rasul itu pergi:
- Menyampaikan kepada banyak orang untuk bertobat
- Mengusir banyak setan
- Menyembuhkan orang sakit
(6:12)
Dalam perikop renungan kita pada malam hari ini diceritakan bahwa:
- Para rasul itu berkumpul Kembali dengan Tuhan Yesus dan melaporkan apa-apa yang sudah mereka kerjakan , tentu mereka melaporkan tentang tugas-tugas pelayanan yang telah mereka kerjakan.
- Tuhan Yesus mendengar dengan seksama laporan para rasul itu, lalu mengajak para rasul ke tempat yang sunyi untuk:
Mengevaluasi tugas-tugas pelayanan yang telah dilakukan dan tentunya sekaligus menyusun kegiatan-kegiatan pelayanan kedepan dan
Beristirahat sejenak karena Tuhan Yesus menyadari betapa beratnya tugas-tugas, pekerjaan-pekerjaan pelayanan yang telah dilakukanNya bersama-sama dengan para rasul itu sampai-sampai didalam Alkitab diceritakan, bahwa makanpun mereka tidak sempat.
Maka berangkatlah Tuhan Yesus beserta dengan para rasul itu naik perahu mengasingkan diri ke tempat yang sunyi.
Saudara-saudara yang diberkati Tuhan
- Nampaknya rencana Tuhan Yesus beserta para rasul ke tempat sunyi ini diketahui oleh banyak orang.
- Sementara Tuhan Yesus beserta para rasul naik perahu menuju ke suatu tempat sunyi itu, orang-orang banyak mengetahui rencana itu, mereka jalan lewat jalur darat menuju ke tempat yang diperkirakan menjadi tempat tujuan Tuhan Yesus dan bahkan orang banyak itu berjalan mendahului perahu yang ditumpangi oleh Tuhan Yesus dan para rasul.
- Dan Ketika perahu yang ditumpangi Tuhan Yesus beserta para rasul tiba di suatu tempat yang dituju, disitu ternyata orang banyak sudah menunggunya.
- Tuhan Yesus sangat berbelas kasihan kepada orang banyak itu yang Nampak seperti domba yang tidak mempunyai gembala dan Tuhan Yesus lalu mengajar kepada mereka.
Refleksi
Saudara-saudara yang diberkati Tuhan Yesus
Merenungkan perikop bacaan dari Firman Tuhan tadi kita dapat menyadari, betapa tugas pelayanan itu sungguh tidak mudah dan bahkan sangat berat.
Tuhan Yesus beserta para rasulNya ingin rehat sejenak, ingin istirahat sebentar saja…..nampaknya sulit didapatkannya.
Kemanapun Tuhan Yesus dan para rasul pergi, orang banyak selalu menguntitnya.
Orang banyak itu sepertinya sangat haus akan khotbah-kothbah dan pengajaran Tuhan Yesus.
Mereka tahu, betapa besar kuasa Tuhan Yesus itu, mereka melihat Tuhan Yesus dapat menyembuhkan orang sakit, orang lumpuh dapat berjalan, orang buta dapat dicilikkan matanya, bahkan orang yang sudah mati dapat hidup kembaliu dan setanpun dapat diusirnya.
Oleh sebab itu tidak heran, kalua mereka terus menerus mengikuti kemanapun Tuhan Yesus dan para rasulNya pergi.
Saudara-saudara yang terkasih
Lalu pertanyaannya: Mengapa Tuhan Yesus lakukan itu semua?
Jawabannya hanya satu, yaitu karena KASIH
Tuhan Yesus berbelas kasihan kepada orang banyak itu, Tuhan Yesus welas asih kepada orang banyak itu.
Tuhan Yesus mengetahui, orang banyak itu orang-orang yang tanpa pengharapan, orang-orang yang layaknya seperti domba tanpa ada gembalanya.
Oleh sebab itu sekalipun sangat lelah dan bermaksud ingin sejenak beristirahat, tetapi karena orang banyak itu sudah menungguNya, maka Tuhan Yesus melayani mereka memberi pengajaran kepada mereka, karena Tuhan Yesus sangat mengasihi kita.
Saudara-saudara yabg diberkati Tuhan
Kasih itulah yang menjadi dasar Kristen.
Beriman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat, konsekwensinya adalah mengasihi sesama
Apa arti mengasihi kepada sesama?
- Mengasihi kepada sesama artinya
Empati kepada sesama
Peduli kepada sesama
Bagaimana cara kita mengasihi kepada sesama???
Awali dengan mengasihi orang-orang terdekat dengan kita :
- Peduli dengan orang tua kita :
Menurut perintah orang tua
Peduli kesulitan orang tua
Membantu sebisa mungkin akan kesulitan orang tua kita
Setelah kita dapat mengasihi orang terdekat kita, maka tidak akan sulit untuk mengasihi sesama.
Jangan harap kita bisa mengasihi, peduli, empati kepada orang lain kalau kita tidak ada empati, peduli terhadap orang tua kita sendiri.
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus
Lalu bagaimana kita mengekspresikan iman kristiani kita dalam kondisi saat ini???
Seperti kita tahu saat ini negri kita masih terus berusaha keras mengatasi pandemic Covid 19.
Kalau Tuhan Yesus berbelas kasihan dan berempati kepada orang banyak yang seperti domba tanpa gembala, maka sebagai murid-murid Kristus kita juga harus berbelas kasihan dan berempati kepada pemerintah, melalui para tenaga Kesehatan, TNI, Polri ikut ambil bagian dalam mengatasi covid 19 ini.
Empati kita dapat kita wujudkan :
- Bertindak, berperilaku dengan menggunakan standart Kesehatan yang di berlakukan yaitu memakai masker,menjaga jarak, menghindari kerumunan
- Para pemuda dapat menghimpun dana dalam skala kecil (urunan dengan beberapa teman) digunakan membeli makanan dan dibagikan kepada tenaga Kesehatan yang lagi piket di rumah sakit pada malam hari.
- Urunan membeli masker dan dibagikan secara gratis kepada para pengemudi ojek,pengemudi becak.
Saudara-saudara yang diberkati Tuhan
Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengekspresikan kasih kita kepada sesama.
Iman Kristen adalah iman yang diwujud nyatakan dalam kehidupan sehari-hari.
Iman Kristen adalah iman yang diwujud nyatakan dalam perilaku dengan dasar kasih kepada sesama
Mari memuliakan Kristus Tuhan, melalui kasih kita kepada sesama
Tuhan Yesus memberkati.
Bahan kothbah Menyambut Hidup Baru (Efesus 4:24-32) By Pnt. Theresya Rara Winarni
Pendahuluan
Bp/Ibu/Sdr yang diberkati Tuhan...Shalom
Surat Rasul Paulus kedua kepada jemaat di Korintus, ditulis ketika Rsul Paulus dalam masa-masa yang sulit dalam hubungan antara Paulus dengan jemaat di Korintus.
Ada anggota jemaat di Korintus yang telah menyerang Paulus dengan keras, tetapi Paulus menunjukkan, bahwa ia ingin tetap berbaik dengan pihak penyerang itu.
Sekalipun Paulus ingin tetap berbaik dengan penyerang itu, tetapi Paulus juga mengecam cela dari anggota jemaat itu dan kecaman Paulus itu menghasilkan pertobatan dan kerukunan.
Perikop
Untuk memahami surat Paulus yang menjadi renungan kita pada pagi hari ini, saya akan membaginya dalam dua paragrap
Pertama :
Paulus katakana : jadi siapa yang ada didalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru telah datang.
Artinya, siapapun yang menyatakan :
- Sudah mengenal Kristus
- Mengaku sebagai pengikut Kristus
- Mengaku, bahwa Kristus adalah Tuhan dan juru selamat.
Maka, ia atau mereka adalah CIPTAAN BARU orang-orang yang diperbaharui oleh Kristus.
Lalu, apa yang diperbaharui oleh Kristus?
Yang diperbaharui adalah pikiran, ucapan, dan perilakunya
Pikiran, ucapan dan perilaku apa yang diperbaharui oleh Kristus??
Yaitu pikiran-pikiran, ucapan dan tindakan-tindakan lama sewaktu belum mengenal Kristus, yaitu : percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, keserakahan, penyembahan berhala, marah, geram, kejahatan, fitnah, kata-kata kotor yang keluar dari mulut kita (Kolose 3:5-9)
Itulah gambar manusia lama sebelum kita mengenal Kristus.Hidup dalam pencabulan, kenajisan, kejahatan, nafsu jahat, keserakahan, kata-kata kotor, fitnah, dusta itu semua harus dibuang ketika seseorang telah mengenal Kristus.
Semuanya harus ditinggalkan, dibuang dan menjadi manusia baru, yaitu manusia yang diperbaharui oleh kasih Kristus.
Lalu apa yang harus diperbaharui agar orang bisa menjadi manusia baru??
Paulus katakan dalam Efesus 4:23, supaya kamu dibarui didalam Roh dan pikiranmu
Jadi Bp/Ibu/Sdr pembaharuan hidup itu harus dimulai dari pembaruan roh dan pikiran, sebab berawal dari kemauan roh dan pikiranlah, ucapan dan tindakan manusia diwujudkan.
Lalu apa ciri-cirinya ”MANUSIA BARU” iti
Menurut Paulus (Efesus 4:24-32), manusia baru adalah orang yang :
- Berlaku benar dan menjaga kekudusan
- Membuang dusta artinya tidak berdusta lagi
- Berkata benar
- Tidak pemarah
- Tidak mencuri
- Tidak berkata kotor
- Berkata baik dan membangun
- Tidak mendukakan Roh Kudus
- Membuang kepahitan, kegeraman, kemarahan, kegaduhan, fitnah, dan segala kejahatan.
Bp/Ibu/Sdr
Itulah tadi gambaran manusia lama dan manusia baru.
Paulus mau, agar setiap orang yang sudah mengikut Kristus, menanggalkan manusia lama dan menjadi manusia yang baru, seperti Paulus katakan:
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru telah datang.
Bp/Ibu/Sdr yang diberkati Tuhan
Yang kedua :
Selanjutnya Paulus katakan :
Semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus, telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kamu
Ayat ini mau menggambarkan, bahwa karena dosa, manusia itu tidak dapat menjumpai Allah yang kudus .
Keberdosaan manusia, yang menjadi PENGHALANG manusia untuk datang kepada Allah.
Allah yang Maha Kudus, tidak mungkin digapai oleh manusia yang berlumuran dosa.
Karena dosa, manusia tidak dapat terhubung dengan Allah.
Karena dosa, maka hubungan Allah dengan manusia menjadi terputus.
Untuk menyambung hubungan itu, maka Kristuslah yang menjadi pengantaranya.
Dalam Kristus yang mengorbankan dirinya mati di atas kayu salib untuk menebus dosa-dosa umat manusia, maka Kristus menjadi perantara manusia untuk terhubung lagi dengan Allah.
Pengorbanan Kristus yang mati di kayu salib yang mendamaikan umat manusia demgam Allah.
Hanya kristus yang menjadi pendamai manusia dengan Allah.
Dengan pengorbanan Kristus di kayu salib, maka manusia dibenarkan oleh Allah dan menjadi layak untuk menghampiri hadirat Allah yang Maha Kudus.
Melalui perantaraan Kristus, maka Allah mendamaikan dunia dengan diriNya.Tuhan Yesus katakan : tidak seorangpun datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Allah yang Maha Kudus itu akhirnya dapat dijumpai oleh umat manusia yang telah dibenarkan melalui pengorbanan Kristus itu semua adalah kehendak Allah, karena pada dasarnya Allah tidak mau manusia itu binasa.
Bp/Ibu/Sdr yang diberkati Tuhan
Sebenarnya ketika seseorang telah dibabtis, maka orang tersebut harusnya berada dalam hidup yang baru.
Karena makna babtisan adalah mati bersama Kristus karena dosa-dosa kita dan bangkit hidup dalam Kristus.
Babtisan adalah simbol pengampunan dosa dan dilanjut hidup bersama Kristus dalam pertobatan dengan menjadi manusia baru.
Ini semua dijelaskandalam surat Paulus kepada jemaat di Roma terutama pasal 6.
Hidup baru adalah hidup masa kini dan hidup masa depan.
Hidup baru adalah hidup yang tidak dengan kesombongan tetapi hidup dengan rendah hati.
Hidup baru adalah hidup yang tidak memelihara kemarahan, tetapi dengan kesabaran.
Hidup baru adalah hidup yang tidak korup, tetapi hidup dengan bekerja jujur untuk meraih berkat Tuhan.
Hidup baru adalah hidup yang tidak iri hati dan dengki.
Hidup baru adalah hidup yang tidak memelihara permusuhan, tetapi hidup sebagai pendamai.
Hidup baru adalah hidup yang tidak dengan mulut kotor, tetapi hidup yang selalu menjaga lidahnya.
Hidup baru adalah hidup yang tidak diwarnai fitnah, tetapi selalu mewartakan kebenaran.
Hidup baru adalah hidup yang tidak menyimpan kepahitan tetapi sebaliknya, hidup yang selalu bersyukur.
Hidup baru adalah hidup yang membuang kejahatan dan selalu menebar kebaikan.
Bp/Ibu/Sdr
Marilah kita hidup dalam belas kasih Kristus dan menjadi berkat bagi sesama sebab sesungguhnya yang lama sudah berlalu dan yang baru sesungguhnya telah datang.
Kiranya damai sejahtera Allah yang melebihi segala akal, menyertai kita semua.
Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin
Langganan:
Komentar (Atom)


