BACAAN : KEJADIAN 45 : 1-15
TEMA : SUSAH HATI DAN MENYESAL TIADA
GUNANYA
oleh Dkn . Rara Winarni
1. Layaknya drama keluarga
Bapak,ibu,sdr
yang di diberkati Tuhan
v Malam hari ini kita diajak
lagi merenungkan kisah tentang Yusuf; tentu beserta saudara-saudaranya.
v Ketika kita membaca kisah
tentang Yusuf, kisah ini memang layaknya drama keluarga; sangat menarik dan
sangat manusiawi.
v Yakub yang anaknya banyak
yang lahir dari beberapa istrinya, sangat menyayangi Yusuf dibanding anak-anaknya
yang lain
v Yusuf dibuatkan jubah yang
bagus oleh ayahnya, sementara saudaranya yang lain, tidak dibuatkan jubah
sebagus itu.
v Karena mendapatkan perlakuan
yang istimewa dari ayahnya, Yusuf menjadi dibenci oleh saudara-saudaranya
v Ketika Yusuf disuruh ayahnya
untuk menengok kakak-kakaknya yang sedang menggembalakan kambing dan domba di
shikem, kesempatan untuk melampiaskan irinya kepada Yusuf, segera muncul.
v Ada usulan, Yusuf dibunuh
saja,tetapi yang lain tidak setuju.
v Kebetulan, pada suatu ketika
mereka makan,lewatlah KHAFILAH/pedagang orang-orang Midian yang dalam
perjalanan dari Gideon menuju Mesir.
v Di jualah Yusuf kepada
Khafilah itu seharga 20 keping syikal perak sebagai budak.
v Harga Yusuf sebagai budak
seharga 20 keping syikal perak ini sebenarnya masih di bawah harga pasaran,
karena harga seorang budak pada waktu itu sekitar 30 syikal.
v
Sesampainya
di Mesir dijualah Yusuf
kepada Potifar seorang pegawai istana Firaun.
v Di rumah Potifar, Yusuf
bekerja keras, bekerja sangat baik dan berkelakuan baik.
Sekalipun
diperjual belikan dan di pekerjakan sebagai budak, Yusuf tidak berkeluh kesah,
tidak meratapi nasibnya malah sebaliknya dia bekerja dengan sangat baik.
Bapak,ibu,sdr yang diberkati Tuhan
v Mengapa dalam kondisi yang
penuh tekanan ,bekerja sebagai budak , Yusuf masih terus dapat mengerjakan
pekerjaan dengan baik.
v Itu semua karena Tuhan
menyertai Yusuf
v
Firman
Tuhan katakan(Kejadian 39: 2a) “tetapi Tuhan menyertai Yusuf sehingga ia
menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya.
Bapak ,ibu yang diberkati Tuhan
v
Sekalipun Yusuf sudah bekerja dengan sangat
baik, dan bahkan karena kebaikannya Yusuf itu, akhirnya seisi rumah dan ladang
Potifar, juga diberi kelimpahan berkat dari Tuhan; bukan berarti perjalan
kehidupan Yusuf, aman-aman saja.
v Yusuf yang baik hati itu
ternyata kena fitnah juga;...kena Hoak
v
Kalau
sekarang ini jagonya hoak adalah Ratna Sarumpaet maka jagonya hoak pada masa Yusuf, adalah istrinya
Potifar sendiri.
v Karna Yusuf menolak diajak
tidur oleh istrinya Potifar, maka istrinya Potifar menyebarkan Hoak....bahwa
Yusuf telah berusaha memperkosanya.
v
Hoak
isterinya Potifar manjur dan dipercayai kebenarannya akhirnya Yusuf dipenjara
dengan tuduhan yang tidak dilakukannya.
Bapak, ibu yang diberkati Tuhan
v
Apakah
Yusuf putus asa karena nasibnya yang buruk itu??? Ternyata tidak
v
Dipenjarapun Yusuf tetap
berperilaku dan bekerja dengan baik sehingga dia juga dipercaya
mengerjakan tugas-tugas yang dibebankan oleh kepala penjara.
v Bahkan di penjara, Yusuf
bukan hanya berperilaku dan bekerja dengan baik, tetapi juga...
mengembangkan talenta
yang diberikan oleh Tuhan sejak kecil, yaitu sebagai penafsir mimpi
Singkat cerita bapak ibu yang dikasihi Tuhan
v
Firaun bermimpi dan dipanggillah seluruh orang
ahli dan semua orang yang berilmu di seantero Mesir untuk mengartikan mimpinya,
tetapi tidak seorangpun yang mampu mengartikan mimpinya Firaun.
v Lalu dipanggillah Yusuf dihadapkan
ke Firaun.
v
Lalu Firaun
bertanya kepada Yusuf aku
dengar engkau pandai mengartikan sebuah mimpi
v
Maka jawab
Yusuf : bukan tuanku bukan
saya yang pandai menafsir mimpi
tetapi hanya Allah saja yang dapat mengartikan mimpi itu kepada tuanku inilah sifat kerendahan hati
Yusuf....dia bersaksi, bahwa semuanya kepandaian adalah dari Allah semata
v Singkat cerita bapak,ibu yang
diberkati Tuhan,
v
Yusuf
dapat mengartikan mimpi Firaun dan karena itu Yusuf diangkat sebagai Gubernur
Mesir yang kuasanya sangat besar. Yusuf diangkat sebagai orang nomor 2 kerajaan
Mesir( yang nomor 1 tentunya Firaun sendiri.)
PERIKOP
Bapak ibu yang diberkati Tuhan
v Perikop renungan kita pada
malan hari ini menyangkut bencana kelaparan yang melanda seluruh bumi
v Dan bencana kelaparan ini
sudah diramalkan oleh Yusuf dan oleh sebab itu, Mesirlah yang paling siap
menghadapi bencana kelaparan itu , dengan banyak menimbun persediaan bahan
makanan
v
Yusuf sebagai
gubernur Mesir, sudah mengetahui; meramalkan adanya bencana kelaparan itu oleh sebab itu/ Mesir memiliki
persediaan bahan makanan yang sangat cukup.
v Negeri-negeri lain termasuk
Kanaan tempat tinggal Yakub dan anak-anaknya, juga tidak luput dari bencana
kelaparan
v Maka Yakub menyuruh anak-anaknya
untuk membeli gandum ke Mesir.
v Sementara itu pemerintahan kerajaan Mesir ,
Yusuflah yang mempunyai kuasa untuk
mengeluarkan gandum karena kedudukannya sebagai gubernur Mesir.
v Maka ketika saudara-saudara
Yusuf tiba di Mesir, dia menghadap Yusuf untuk membeli gandum
v Yusufpun tahu kalau
dihadapannya itu adalah kakak-kakaknya; tetapi Yusuf pura-pura tidak
mengenalnya.
Sementara itu, kakak-kakak Yusuf tidak mengenalinya, bahwa
sesungguhnya dihadapan mereka adalah Yusuf adiknya.
v Kepura-puraan Yusuf ini dapat
dipertahankan sampai kakak-kakaknya kembali ke Kanaan dengan membawa penuh
gandum.
v
Namun sebelum
kakak-kakaknya kembali ke Kanaan, kakak-kakak Yusuf ini bercerita,
bahwasesungguhnya mereka
masih punya seorang adik lagi yang ditinggal di Kanaan, yaitu Benyamin
v Lalu Yusuf sampaikan kepada
kakak-kakaknya itu, bahwa kalian boleh kembali ke Mesir untuk membeli gandum
dengan syarat, membawa adik kalian yang bernama Benyamin itu ke Mesir untuk
menghadap dirinya.
v
Permintaan
ini menurut Yusuf, hanya untuk menguji apakah yang kalian ceritakan itu benar
adanya
Bapak, ibu yang diberkati Tuhan
v
Terjadilah
lagi bencana kelaparan yang lebih hebat di Kanaan
v Yakub menyuruh lagi
anak-anaknya pergi ke Mesiir untuk membeli gandum dan mengijinkan Benyamin dibawa
serta untuk memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Yusuf
v Perikop renungan kita hari
ini adalah cerita perjumpaan Yusuf dengan saudara-saudaranya untuk kedua
kalinya
v Dalam perjumpaan yang kedua
kalinya ini Yusuf sudah tidak dapat menahan lagi kepura-puraannya dihadapan
saudara-saudaranya.
v Yusuf terasa teraduk-aduk
perasaannya berhadapan dengan saudara-saudaranya yang dirindukannya dan berada
dihadapannya itu
v Maka disuruhlah para
pegawainya yang semula mendampinginya, untuk keluar dari ruangan pertemuan, dan
mengkondisikan hanyalah dia saja yang berhadapan dengan saudara-saudaranya
v Setelah semua
pegawai-pegawainya keluar ruangan,tinggallah hanya Yusuf yang berhadap-hadapan
dengan saudara-saudaranya.
v Yusuf sudah tidak tahan lagi
menahan perasaannya, menahan harunya, menahan rindunya menghadapi
saudara-saudaranya yang benar-benar tidak tahu, bahwa dihadapannya yang
notabene adalah gubernur Mesir itu, adalah Yusuf saudaranya
v Maka menangislah Yusuf
keras-keras seraya berkata (ini saya rangkuman dengan bahasa sehari-hari) :
-
Saya ini
Yusuf, saudara kalian yang kalian jual ke Mesir mari mendekatlah
-
Janganlah
takut atau menyesali
dirimu karena kalian telah menjual aku ke Mesir
v
Semuanya ini
adalah rancangan Allah yang luar biasa dan mengherankan agar menjamin keselamatan
kalian dan menjamin kelanjutan kehidupan kalian
v Bukan kalian yang menyebabkan
saya berada Mesir tetapi Allah lah yang telah menjadikan saya sebagai Gubernur
Mesir
v Sekarang pulanglah kalian
menemui ayah dan ajaklah ayah kemari
v Ceritakanlah kepada ayah,
bahwa saya (Yusuf) menjadi penguasa di Mesir yang diberikan oleh Firaun
v Katakan kepada ayah, bahwa nanti ayah akan
saya tempatkan didaerah Gosyen bersama dengan kalian semua, yang dekat dengan
saya sehingga saya dapat memelihara dan merawat ayah
Refleksi
Bapak,ibu yang diberkati oleh Tuhan
v
Malam
hari ini kita belajar dari Yusuf tentang cara mengatasi atau mngelola sebuah
atau suatu pergumulan yang berat dalam hidup kita
v Ketika kita menghadapi gumul
yang berat, maka langkah-langkah yang kita ambil adalah :
-
Pertama
v Jangan menyalahkan
orang-orang lain, jangan menyalahkan diri sendiri apalagi menyalahkan Allah
v Ketika Yusuf dijual oleh
saudara-saudaranya ke Mesir sebagai Budak, Yusuf tidak menyalahkan saudara-saudaranya
,Yusuf juga tidak menyalahkan dirinya sendiri dan Yusuf tidak juga menyalahkan
Tuhan
v Yusuf berpikir positif, bahwa
semuanya ini adalah rencana Tuhan yang luar biasa dan mengherankan
-
Kedua :
v Ketika kita tertimpa gumul
yang berat janganlah kita patah semangat, putus pengharapan, loyo bahkan
menyerah, tetapi sebaliknya tetap bekerja keras, tetap bekerja penuh integritas
dan tetap menjaga kwalitas kerja kita
v
Yusuf tidak
putus asa ketika dijual saudara-saudaranya sebagai budak tetapi dirumah potifar Yusuf
bekerja dengan sangat baik sehingga mendapatkan kepercayaan penuh dari Potifar
dan bahkan semua pekerjaannya berhasil karena Yusuf juga berserah diri
sepenuhnya atas kuasa Tuhan
v
Yusuf ketika
difitnah dan dipenjarakan tetap
semangat dan bekerja dengan baik sehingga memperoleh kepercayaan dari kepala
penjara
-
Ketiga :
v Jangan berfikir, bahwa
kepahitan akan selalu terasa pahit, tetapi kepahitan hidup itu akan berubah
manis, ketika hidup berserah kepada Allah.
v
Yusuf juga pahit
perjalanan hidupnya dijual
sebagai budak, difitnah, dipenjara tetapi ketika dia tetap berserah kepada
Allah, maka kepahitan hidupnya menjadi manis menjadi Gubernur Mesir dan menjadi
berkat bagi keluarga bahkan bagi banyak orang.
-
Keempat :
v
Ketika gumul
melanda kita segeralah MOVE ON
jangan galau menyesali masa lalu kita yang kelam tetapi segera MOVE ON beralih berpikir positif,
berpikir ke masa depan, karena dibalik
mendung yang kelabu itu akan segera muncul pelangi yang warna warni
v Mari kita datang dan
bersandar kepada Kristus Tuhan kita, bukan saja agar memperoleh kelegaan,
tetapi juga agar apa yang kita kerjakan selalu berhasil.
Tuhan Yesus
memberkati kita...............................AMIN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar