Jumat, 15 Maret 2019

Bahan Kothbah dari Kisah Para Rasul 1 : 12-14 Ketetapan Hati Sebagai Nafas Ketekunan


Kisah Para Rasul 1 : 12-14
Tema : Ketetapan Hati Sebagai Nafas Ketekunan
Oleh : Dkn Rara Winarni

1:12 Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem   dari bukit yang disebut Bukit Zaitun,   yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. 
1:13 Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas,   tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus.
 1:14 Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa   bersama-sama  , dengan beberapa perempuan   serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara   Yesus.
Pendahuluan :
Bapak ibu yang diberkati Tuhan
v Kalau kita ingin mengetahui, bagaimana ke – kristenan itu tumbuh; jawabannya ada dalam Kitab Kisah Para Rasul.
v Dalam Kitab Kisah Para Rasul kita dapat mengetahui, permulaan pergerakan Kristen di Yerusalem setelah Yesus terangkat ke surga.
v Dalam Kitab Kisah Para Rasul kita dapat mengerti bagaimana pengikut-pengikut Yesus dengan dipimpin Roh Kudus menyebarkan Injil, menyebarkan kabar baik tentang Yesus di Yerusalem, diseluruh Yudea, di Samaria dan sampai ke ujung bumi.
v Peran Roh Kudus begitu sentralnya dalam memimpin para Rasul dan pengikut-pengikut Yesus dalam pengabaran-pengabaran Injil seperti yang di ceritakan dalam Kitab Para Rasul.
v Tuhan Yesus sangat memahami dan mengetahui, bagaimana suasana batin dan kehidupan para murid-Nya ketika para murid-murid-Nya itu melihat diri-Nya,guru-Nya tersiksa mati diatas kayu salib.
v Hati para murid tentu pedih, perih, takut ketika Yesus Sang Guru Agungnya itu mati di kayu salib.
v Oleh sebab itu, dalam kebangkitan-Nya sebelum Yesus naik ke surga, Yesus menjumpai para murid-Nya untuk meneguhkan dan menguatkan hati para murid-Nya.
v Dengan apa Tuhan Yesus menguatkan, meneguhkan hati para murid-murid-Nya itu ???, yaitu dengan janji bahwa murid-murid itu akan menerima Roh Kudus.
v Dengan Roh Kudus para Murid akan menerima KUASA ....kuasa untuk menyembuhkan sakit penyakit, kuasa untuk melakukan mujizat-mujizat dalam menyebarkan Injil Kristus.

Perikop  :
v Dalam perikop renungan kita pada malam hari ini, para murid Yesus dalam posisi menanti-nanti datangnya Roh Kudus yang dijanjikan oleh Tuhan Yesus.
v Lalu apa yang dilakukan oleh para murid Yesus dalam menanti-nanti datangnya Roh Kudus itu?
v Para murid Yesus itu kembali ke Yerusalem dari Bukit Zaitun.
v Setelah sampai di kota Yerusalem, maka para murid yang disertai dengan :
§   Beberapa perempuan
§  Dan Maria, ibu Yesus
§  serta saudara-saudara Yesus
naik ke ruang atas tempat mereka menumpang.
v Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama
Penjabaran Perikop
v Bapak ibu yang diberkati Tuhan;
Ada 3 (tiga) hal penting yang dilakukan oleh para murid dan pengikut-pengikut Tuhan Yesus dalam menanti-nanti datangnya Roh Kudus, yaitu :
·        Bertekun
·        Sehati dan
·        Berdoa bersama-sama.
a.   Bertekun
·        Kata bertekun berasal dari kata “tekun” artinya sungguh dll.
Orang yang bertekun artinya menggambarkan orang yang mengerjakan suatu pekerjaan atau kegiatan dengan sunguh-sungguh.
·        Para murid Yesus serta pengikut-pengikut-Nya dalam menanti-nanti kedatangan Roh Kudus melakukan doa bersama-sama dengan bersungguh-sungguh, dengan sepenuh hati berkonsentrasi.
b.   Sehati
·        Sehati artinya satu hati. Para Rasul menyadari bahwa mereka terdiri dari berbagai macam latar belakang yang saling berbeda baik perbedaan karakter, perbedaan pekerjaan dll.
·        Tetapi ketika Alkitab menceritakan, bahwa para murid itu sehati
ini  menunjukkan bahwa mereka mampu menanggalkan egonya masing-masing, untuk siap menerima pendapat orang lain. Ketika para murid Yesus sepakat untuk sehati, maka mereka siap mengorbankan kepentingannya sendiri untuk mampu sehati sepikir dalam kehidupan persekutuan mereka.



c.   Berdoa Bersama-sama
·        Doa adalah komunikasi umat manusia dengan Allah.
-      Dalam doa itu umat :      - memohon
- berharap                kepada Tuhan Allah
- memuji                   sang Pencipta
·        Makna doa adalah pengakuan umat atas ;
-      Ketidak berdayaannya
-      Kelemahannya
-      Kekuranganya
-      Keterbatasannya
Dan dibalik itu, umat mengakui :
-      Kekuasaan Allah atas hidupnya
-      Kekuasaan Allah yang tidak terbatas
-      Kekuasaan Allah atas alam semesta dengan segala isinya.
Dalam makna doa seperti itulah yang dilakukan oleh murid-murid Yesus beserta pengikut-pengikutnya yang lain, untuk melakukan doa secara bersama-sama dengan tekun dan sehati dalam menanti-nantikan datangnya Roh Kudus, Roh Allah, Roh Penolong.
Penerapan perikop
v Bapak/ibu yang diberkati Tuhan
v Merawat, memelihara, melaksanakan kehidupan persekutuan dan pelayanan baik sebagai majelis jemaat maupun sebagai jemaat, tidaklah mudah.
v Dalam kehidupan persekutuan, pelayanan, dan kesaksian dibutuhkan :
-      Kesungguhan,
-      Keuletan,
-      Kesabaran,
-      Ketangguhan;
Itulah yang dimaknai dengan ketekunan.
·     Dalam kehidupan persekutuan, kita harus tekun
·     Dalam kehidupan pelayanan, kita harus tekun
·     Dalam kehidupan kesaksian, kita harus tekun
Mengapa kita harus tekun???        Karena dalam kehidupan persekutuan, pelayanan dan kesaksian itu tantangannya tidaklah sedikit dan tidak juga mudah.
Dan dalam menghadapi tantangan yang berat seperti itu, yang kita perlukan adalah bertekun.

v Disamping bertekun , Firman Tuhan mengajarkan kepada kita untuk “sehati”.
-       Kehidupan persekutuan dan pelayanan melibatkan banyak  orang yang terdiri dari berbagai latar belakang yang berbeda:
-      Berbeda karakter
-      Berbeda latar belakang suku
-      Berbeda latar belakang pendidikan dll
-       Dalam pelbagai perbedaan latar belakang dan karakter seperti itu tentu banyak pendapat dan kemauan.
-       Disisi lain kehidupan persekutuan dan pelayanan membutuhkan karakter yang sehati (satu hati) dan sepikir, agar kehidupan persekutuan dan pelayanan dapat berjalan dan bertumbuh dengan baik.
-       Untuk itu, setiap warga jemaat termasuk majelis jemaat, harus memiliki karakter yang rendah hati, mau menerima dan mendengar pendapat orang lain.
Dengan karakter yang rendah hati, mau mendengar dan menerima pendapat orang lain, akan menambah kehidupan persekutuan dan pelayanan yang sehat.
v  Faktor penting ketiga dalam perikop renungan kita adalah berdoa bersama-sama.
v  Doa adalah nafas kehidupan orang percaya.
Artinya tanpa doa, sesungguhnya kekristenan tidak ada nafasnya atau mati.
Tidak ada orang kristen yang hidupnya tanpa doa.
Dalam perikop renungan kita pada malam hari ini para rasul memberikan contoh kepada kita untuk doa bersama-sama artinya doa dalam persekutuan,doa dalam berpelayanan, doa dalam ber- kesaksian.
v  Doa dalam persekutuan, pelayanan dan kesaksian itu dikerjakan dengan sungguh-sungguh, dengan tekun, dengan khusuk.
Penutup
Bapak ibu yang diberkati Tuhan.
Kehidupan persekutuan, pelayanan dan kesaksian memang banyak tantangannya, banyak gumulnya, banyak problemnya, banyak masalaknya.
v  Oleh sebab itu mari kita selesaikan gumul kita dengan :
-    Membangun kehidupan persekutuan yang sehati sepikir
-    Melandasi kehidupan persekutuan dengan doa bersama-sama dengan tekun dan bersungguh-sungguh sebab :
·     Dalam doa yang tekun dan sungguh-sungguh menunjukkan :
-      Rasa hormat kita kepada Allah dalam Yesus Kristus.
-      Rasa takut kita kepada Allah sang pemilik persekutuan kita.
v  Dengan doa yang tekun dan sungguh-sungguh seperti itulah kita dapat berjumpa dengan Allah dalam Tuhan Yesus Kristus yang akan memberi berkat dalam kehidupan persekutuan yang berkelimpahan.
v  Tuhan Yesus memberkati kita dan persekutuan kita. Amin
v  Bapak ibu yang diberkati Tuhan mari kita aminkan firman Tuhan hari ini dengan menyanyikan KJ. 282 : bait. 1,2 dan 4 Seluruh umat Tuhan olehnya Dikenal.



















Tidak ada komentar:

Posting Komentar